sebelumnya saya minta maaf. saat ini sudah jam 11 malam dan mata saya hanya tinggal 0.5watt. saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya tulis, karena otak saya sudah layu seperti sayur bayam yang dipajang di supermarket. jadi saya hanya akan menceritakan tentang sekolah baru saya, SMAN 6 Bekasi, karena saya telah membahas tentang sekolah ini di blog multiply saya, jadi saya rasa saya tidak perlu berpikir terlalu banyak dalam menyelesaikan blog ini.
baiklah, kita mulai saja.
JENGJENGJEREJENGJENG…….




yaaaa……….
pretty cool, huh?
this is where I’ll spend lots of my time in the next 3 years
my precious lovely high school time.
saya ngga tau harus cerita apa tentang SMAN 6, karena saya baru bersarang selama 1 bulan disana. Saya bahkan baru tahu arti kata Vontral beberapa hari lalu dari senior saya, Ka Akbar. Dia bilang arti dari Vontral adalah Vondok Mitra Lestari.
saya rasa nickname itu agak sedikit maksa
tapi warisan alumni adalah sesuatu yang harus kita jaga kelangsungannya, entah rela atau tidak rela. BETUL?
Jadi, di Vontral lah Tuhan telah menetapkan saya untuk menghabiskan masa SMA saya. Saya nggak tau apakah saya akan banyak have fun disini. Hanya yang saya tahu, saya menyukai sekolah ini dan saya akan berusaha untuk melakukan hal-hal baik disini, entah untuk kepentingan pribadi atau kepentingan bersama.
Jujur de, prtama kali saya direkomendasiin ke SMAN 6, yg saya pikirkan adlh “agh, it’s just another random high school…..malay bgt harus ke sekola yg kyk bgituan.”
oke, pisss ka
I did thought like that, but I’m not anymore. Sejak saya ngeliat ekskul-ekskul yg ada di SMAN 6 (jujur lg nih, sebenernya daya tarik utama SMAN 6 itu menurut saya ada pada ekskul dan OSISnya!!! Bukan pada pelajarannya!
) I’m pretty glad that I’m allowed to be a new gear of this school. Ada satu ekskul yang menarik perhatian saya banget, namanya Tomodachi, ekskul untuk pecinta Jepang. Saya gak ikutan sii, cuma ekskul ini menginspirasi saya dan teman-teman saya utk bikin ekskul serupa, yaitu BASKOM (Bataks Komyuniti) dan J-LO (Jerman Lovers).
Ya, ide-ide gila seperti inilah yang bikin saya semangat utk pergi ke sekolah. Yah, seperti yang saya bilang tadi, buat saya daya tarik SMAN 6 ada di ekskulnya, bukan pelajarannya. Karena ekskul SMAN 6 bagaikan es bon-bon yang segar yang dijual warung sekolah di tengah siang bolong………..unik dan menarik hati.
Jadi saya rasa, Tuhan sudah memilihkan SMA yang tepat untuk saya.
Sekian dulu, karena batere mata saya sudah kedap-kedip.
Terimakasih sudah membaca.
BBa
SARAH AUDRI, X.7